Home » Innovation Management » Strategi Inovasi untuk Innovation Ecosystem

Saat ini Innovation ecosystem merupakan core element dalam pertumbuhan strategi perusahaan di industri yang luas ini. Innovation Ecosystem ini sendiri bukan tanpa resiko, terdapat 3 tipe resiko :

  1. Initiative risks : Ketidakpasti saat mengelolah projek
  2. Interdependence risks : Ketidakpastian saat melakukan koordinasi dengan complementary innovators
  3. integration risks : Ketidakpastian saat mengadopsi proses value chain

 

Cara terbaik dalam untuk mencapai espektasi performa dengan innovation strategy adalah :

  1. Mengidentifikasi bahwa semua intermediaries telah mengadopsi inovasi perusahaan sebelum mencapai end-user
  2. Identifikasi semua compliments yang diperlukan dan setiap intermediaries bergerak untuk menawarkan ke end-user
  3. Estimasi keterlambatan yang disebabkan interdependence (ketergantungan) dengan complementors
  4. Estimasi keterlambatan yang disebabkan proses adaptasi
  5. Estimasi keterlambatan yang disebabkan ketergantungan dengan complementors mereka (complementors perusahaan)
  6. Atas dasar estimasi tersebut, dapat menentukan kapan memasuki pasar
  7. Setelah sudah mengidentifikasi resiko penundaan maka hitung kembali ekspetasi dan strategi inovasi

Strategi di dalam Ecosystem

Banyak perusahaan (baik yang menggunakan high maupun low technology) mempunyai harapan besar utnuk mendapatkan pertumbuhan keuntungan melalui platform, jasa dan solusi. Memang akan banyak usaha mereka yang tidak akan mencapai ekspektasi mereka, kesuksesan hanya akan dicapai jika setiap elemen dari ekosistem sukses. Mengatur resiko yang akan terjadi bukan merupakan tantangan kecil.  Kegagalan pada ekosistem bisa disebabkan oleh hal technical maupun koordinasi antar sistem. Sering juga kegagalan terjadi karena pasar/momentum tidak memungkinkan muncul di timeframe yang membutukan bantuan investasi.

  1. Where to compete : Dengan memprioritaskan market opportunities, menjadi semakin penting dalam menilai projek dan sistem. Opportunity dengan internal risk yang rendah dan external risk yang tinggi memiliki opportuny lebih rendah daripada opposite risk profile
  2. When to compete : Perlu diketahui bahwa semakin mempersingkat maka biaya pengembangan akan semakin tinggi. Pada dasarnya pastikan complementors siap dengan jadwal yang sudah ditentukan, karena saat complementors tidak siap maka perusahaan tidak mendapatkan manfaat
  3. How to compete : Pada ekosistem terdapat isu mengenai boundanaries di dalam perusahaan. Perusahaan bisa menentukan sikap menjadi leadership atau  bukan. Menjadi pemimpin ekosistem sendiri memiliki resiko tersendiri seperti membutuhkan investasi resource dalam jangkah waktu yang lama dan juga menjamin orchestrator role berjalan baik
Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookShare on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

2 Replies to “Strategi Inovasi untuk Innovation Ecosystem”

  1. Ulfa says:

    I don’t understand a word hat… hahaha
    Is innovation management similar with change management?
    Are you learn about scheduling/planning?

    1. hattabagus says:

      Hahaha tenang pe, aku ini lg belajar “mentranslate” paper, jadi emang berantakan… but i will try to make it more clear….

      Beda pe, Innovation management fokus pada isu-isu bagaimana menganalisa, merancang dan mengelola proses produk baru di technology-driven firms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,693 other subscribers