Home » Music » Konser ter-sakral untuk sobat padi dan baladewa

4 Mei 2018

Tidak bisa dipungkiri, hidup generasi 90-an tidak bisa terlepas dari lagu-lagu padi atau dewa, begitupun juga saya. Kalau boleh lebay, lagu-lagu mereka lah yang setia menemani jatuh bangun hidup saya selama ini, dari kisah cinta monyet hingga proses ‘menjadi manusia dewasa’. Memang konser ini gak sekeren dan sefuturistik konser coldplay, linkinpark atau band2 luar lainnya, tapi konser ini adalah ter-sakral dalam hidup saya, yg mampu membuat jiwa ini merinding dan membawa memori2 lama datang kembali.

Konser dimulai dengan lagu sang penghibur, lagu ini memiliki tempat tersendiri di hidup saya. Bersama ‘menerobos gelap’, lagu tersebut membawa seorang siswa yang ga pinter2 amat utk berani bermimpi, menjalani dan mewujudkannya, walaupun gak jarang merasa sendirian saat melaluinya (buat yg dulu sering labil, you know exactly how it feels). Entah berapa kali saya terjungkal jatuh, karena kuliah di drop 1 semester waktu S1, belajar IELTS yg sering bikin frustasi, berburu beasiswa & sekolah yg bikin jungkir balik kepala, hingga tidak lulus semua mata kuliah di Q1 saat S2. Namun, saat enggan berdiri, lagu ini selalu terngiang kembali :

“Kulayangkan jauh mata memandang
Tuk melanjutkan mimpi yang terputus
Masih kucoba.. mengejar rinduku
Meski peluh membasahi tanah
Letih, penat tak menghalangiku
Tuk temukan bahagia”

Dan lagu berlanjut ke lagu-lagu percintaan anak 90an yg malu-malu tapi memiliki rasa cinta yg menggebu. Utk ukuran bukan anak keren dan gaul dimasanya, lagu2 mereka adalah obat doping utk berani mengutarahkan cinta atau minimal berani mendekati si dia. Entah berapa kali saya memutar lagu roman picisan saat tau si dia lebih memilih cowok keren lainnya (klo dipikir-pikir ya iyalah, saat itu sepeda motor bebek, bukan anak gaul di sekolah, rambut disisir ala kadarnya, ga kelihatan keren2nya, jadi ya sangat dimasuk akal kalau para kaum hawa tidak langsung suka), tapi untungnya risalah hati, memberikan alasan utk tetap terus ‘berjuang’

“Aku bisa membuatmu
Jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku beri sedikit waktu
Biar cinta datang karena telah terbiasa”

Dan tak lupa juga lagu sobat, utk kamu yang pernah mengalaminya, lagu ini terasa luar biasa :

“Sobat, aku sungguh tak mengerti
Semua ini bisa terjadi
Setelah perkenalan itu aku terhanyut
Aku seberat-beratnya tak kuasa
Dambakannya, rindukannya”

last but not least, itulah sekelumit kisah hidup saya bersama lagu-lagu mereka. thanks padi – dewa membuat masa remajaku terasa sangat berharga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,677 other subscribers