Home » Innovation Management » Inovasi Terbuka dan Strategi

Era baru inovasi (inovasi terbuka) memaksa perusahaan-perusahaan untuk memantapkan posisi mereka yang dimana menggambarkan performa dari strategi bisnis mereka. Pada seminar Michael Porter, Porter menyebutkan bahwa konsep dari strategi berasal dari ekonomi dari sebuah organisasi industri yang dimana memiliki model : structure, conduct dan performance. Porter disini fokus terhadap action  yang dapat meningkatkan producer surplus, Porter sendiri merumuskan competitive strategy yang berasalkan dari Five Forces Model : namely, rivalry, buyer power, supplier power, subtitutes and barriers to entry.

Beberapa akademikus  memberikan respon terhadap pendekatan baru ini :

  1. Anita McGahan : Melakukan penelitian empiris yang dimana didukung oleh konsep Porter
  2. Richard Rumelt : Menemukan bahwa kurang prediktifnya perbedaan tingkat industri disorot dengan five forces model
  3. Tidak setuju dengan pandangan porterian mengenai posisi perusahaan di pasar dan value chain
  4. Mengontrol key complementary assets merupakan  keunggulan komparatif yang dimana membantu dalam memasuki indutri yang baru

Value Openness

Nilai keterbukaan pada inovasi terbuka itu sendiri dapat ditingkatkan oleh setiap pengguna dengan 2 cara :

  1. Pengguna secara langsung berkontibusi dengan ide atau konten untuk meningkatkan kualitas, contoh : My Space, Wikipedia
  2. Semakin banyak pengguna, semakin banyak yang tertarik

Untuk memahami value creation dalam openness terdapat  2 sisi penting : Open Invention dan Open Coordination

openn

Pada gambar di atas kita bisa lihat hasil dari matrix yang terdiri dari Value Capture dan Value Creation.

aaaa

Pada Open Source  Software Business Model terbagi menjadi 4 kategori :

  1. Deployment : kegiatan inovasi yang mampu meningkatkan experience pengguna, dan pengguna bersedia membayar untuk itu (biasanya untuk penggunaan awal gratis)
  2. Hybridization : di mana inovasi  dibuat dengan mengandalkan kepemilikan properti intelektual (IP) yang berupa add-ons
  3. Complements : Vendor dapat menjual PDA, ponsel, atau perangkat lain dengan keuntungan dengan menjalankan sebuahopen source application software suite or atau sistem operasi.
  4. Self-Service : dimana komunitas pengguna membuatnya untuk tujuan mereka sendiri

Perusahaan yang memfokuskan diri untuk menjual produk open-oriented  bukan tanpa menghadapi beberapa isu, adapun isu yang harus mereka hadapi :

  1. Bagaimana cara menarik partisipan secara luas dan bagaimana cara mempertahankannya
  2. Jumlah kontributor tidak terbatas akan tetapi banyak projek yang kekurangan kontributor
  3. Bagaimana open invention atau coordination project diarahkan  dan bagaimana prospek ke depannya
  4. Jika perusahaan tidak mampu mendapatkan cara untuk memperoleh keuntungan maka perusahaan tersebut akan kesulitan mempertahankan partisipan

Traditional strategy sendiri menyediakan 2 pedoman untuk value capture (pembiayaan), yaitu :

  1. kepemilikan IP (intelectual property)
  2. manajemen kreatif dari value chain

 

 

 

Reference : Chesbrough, H. W., & Appleyard, M. M. (2007). Open Innovation and Strategy. California Management Review, 50, 57–76.

Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookShare on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,699 other subscribers