Home » Innovation Management » IBM dan Emerging Business Opportunities

It is not the strongest of the species that survive, nor the most intelligent,
but the one that is most responsive to change. – Charles Darwin

Seperti kita ketahui saat ini, terdapat berbagai macam perusahaan yang “mati” maupun yang menunjukan perkembangan yang signifikan, proses ini terjadi dengan 2 cara, yaitu : Natural Selection dan Adaptation. Natural selection adalah proses dimana kondisi lingkungan (pasar, customer, kebijakan pemerintah) ikut mempengaruhi kondisi sebuah perusahaan. Sedangkan adaptation adalah sebuah kemampuan perusahaan dalam tetap survive dalam jangka panjang. Human adaptation sendiri dapat melalui 2 cara yaitu :

  1. Meningkatkan kemampuan berdasarkan kemampuan orang lain yang berada di dalam kelompok
  2. Meningkatkan kemampuan kelompok berdasarkan kelompok lain

Emerging Business Opportunities at IBM

Pada tahun 1990-an, IBM mengalami kegagalan dalam memaksimalkan opportunity yang ada, ada beberapa penyebabnya :

  1. Manajemen hanya memberikan reward kepada hasil yang bersifat jangka pendek sehingga tidak memberikan fokus khusus terhadap nilai yang bersifat strategic business
  2. Terlalu fokus pada traditional market
  3. Bisnis model lebih menekankan terhadap profit yang berkelanjutan daripada mendapatkan laba yang lebih tinggi
  4. Perusahaan tidak mampu menggunakan market insight untuk embryonic markets
  5. Kurang disiplin dalam bisnis baru
  6. Kurangnya entrepreneurial leadership skills untuk mendesign bisnis model baru atau membangun bisnis yang sedang berkembang

Perjalanan IBM sendiri tidaklah mudah, terdapat 3 kondisi yang harus dilalui IBM dalam melakukan adaptasi terhadap seleksi alam :

  1. Harus bertahan dan memperjuangkan eksistensi
  2. Menghasilkan banyak variasi sehingga memperbesar kemungkinan untuk survive
  3. Variasi yang telah dihasilkan harus dapat diwariskan sehingga advantage dapat diteruskan/digunakan

Berdasarkan hal tersebut, IBM memutuskan melakukan Multi-level selection dengan membentuk Emerging Business Organization (EBO). EBO dibagi menjadi 3 tim yaitu : current core business, growth business dan future growth business yang dimana setiap lini bisnis memiliki tantangan yang berbeda.

Terdapat beberapa  potensial bisnis yang EBO pilih untuk dikembangkan yang dimana harus sesuai kriteria berikut :

  1. Strategic Alignment with the IBM corporate strategy : Harus sesuai dengan strategi perusahaan
  2. Cross-IBM Leverage : Bisnis tersebut melibatkan lintas organisasi
  3. New Source of Customer Value : Mengembangkan bisnis model baru
  4. $1 Billion plus revenue potential : Memiliki potensial revenue sebesar 1 Milyar dolar
  5. Market Leadership : Mempunyai opportunity untuk menjadi market leader
  6. Sustained Profit : Memiliki prospek untuk medapatkan revenue yang berkelanjutan

Untuk memastikan EBO berjalan sesuai dengan ekspektasi, corporate startegy group memonitor pekerjaan EBO setiap bulan, selain itu mempebaiki strategi dan menyediakan orang yang tepat agar sesuai dengan ekspektasi. Terdapat key principles untuk memastikan kesuksesan EBO :

  1.  Active and Frequent Senior Level sponsorship : Ikut terlibatnya senior management dan ikut memberikan perhatian khusus
  2. Dedicated A-Team Leadership : Menempatkan team leader yang berpengalaman
  3. Disciplined Mechanisms for Cross-Company Alignment : Lebih berhati-hati dalam memberikan support
  4. Resources Fenced—and Monitored—to Avoid Premature Cuts : Memastikan pendanaan sesuai dengan rencana
  5. Actions Linked to Critical Milestones : Secara teiti, memonitor  setiap milestone
  6. Quick start, quick stop : Menghentikan bisnis yang tidak sesuai dengan milestone atau tidak berhubungan denga customer

Hasilnya pada tahun 2000, sebanyak 25 EBO telah diluncurkan, melalui proses yang cukup panjang, 3 diantaranya ditutup dan 22 EBO menghasilkan revenue sebesar 25 juta dollar.

 

Tidak semua perusahaan dapat berhasil melewati masa-masa sulit, Richerson dan Boyd (2005) menjelaskan bahwa proses evolusi (dalam hal ini adaptasi) sangatlah rumit sehingga tidak ada penjelasan yang tepat untuk menjawab bagaimana dan kenapa sesuatu terjadi karena terbukti banyak organisasi tidak dapat bertahan dalam janga waktu yang lama. Multi-level selection processes merupakan salah satu cara beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi terutama untuk perusahaan besar seperti IBM

 

Reference : O’Reilly, C. A., Harreld, J. B., & Tushman, M. L. (2009). Organizational Ambidexterity: IBM and Emerging Business Opportunities. California Management Review, 51, 75–99.

Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookShare on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

One Reply to “IBM dan Emerging Business Opportunities”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,697 other subscribers