Home » My Inspiration » Cerita Tanpa Batas (BEM FTIf, Gemastik, Project, Friends and My Life – Semester 5 dan 6)

Akhirnya saya melanjutkan blog berseri ini. Kesibukan yang menggunung akhir-akhir ini membuat saya tidak cukup waktu meluangkan diri menulis *serasa orang paling sibuk sedunia Lol *, ignore it sejujurnya saya belum ada mood menulis (baca : malas)
Let’s to the story. Tidak seperti sebelumnya saya menceritakan setiap semesternya. Kali ini saya akan menceritakan masa kuliah di semester 5-6. Ada 3 kejadian paling berkesan saat itu, dimana 3 kejadian tersebut membawaku ke project 44 yang saya buat bersama husni.
Kejadian pertama adalah saya mulai intensif mengikuti beberapa project, tidak seperti sebelumnya saya hanya memegang 1 project “kecil”. Kali ini scoop nya lebih besar, secara bersamaan saya memegang 3 project di awal semester 4 yaitu PSB Online, PDP Online dan Website Colors. Ada suatu kejadian dimana saya harus berada di 2 tempat, saat itu kebingungan, ya akhirnya dengan berbagai cara, masalah di 2 project tersebut dapat diatasi. Selain itu saya juga dihadapi dengan PDP Online, ini sebenarnya project biasa, tapi yang bikin luar biasa adalah yang mengembangkan sebelum saya yaitu Mas Adhilaras. Ok, saya akui Logika yang berada di-coding-an tersebut benar-benar sulit saya pahami, bukan karena mas Adhilaras tidak jago ngoding akan tetapi dikarenakan mas Adhilaras berfikir 10 langkah di depan saya. Can You Imagine, the stupid man like me should learn the geinus one’s code. Karena waktu yang cukup mepet, akhirnya saya memutuskan bertapa di rumah mas adhilaras (baca : nginep). Kebetulan mas Adhilaras mengerjakan TA, jadi bisa dibilang saya nemenin mas Adhilaras begadang (padahal saya gangguin mulu). Alhamdulillah, project itu kelar dan diresmikan oleh pak Walikota 

DigiSchool Team Member

Kejadian ke-2 adalah pembentukan Forkom FTIf (mungkin temen-temen sekarang lebih mengenalnya BEM FTIf). Ada 2 alasan melatarbelakangi ngototnya saya dan husni membentuk forkom ini. Alasan umumnya adalah sudah seharusnya setiap fakultas mempunyai BEM. Itu adalah alasan umum, adapun alasan khusus yaitu agar LKMM di KMSI bisa berjalan sesuai semestinya. Kok bisa? Ya bisa, saat itu kajur kami kurang mendukung diadakannnya kegiatan LKMM. Saat itu saya melihat di tubuh KMSI pun sudah mentok ngadain LKMM, akhirnya saya dan husni berinisiatif untuk “membelokkan jalur” diadakannya LKMM. Saya jadi teringat, junior saya Nisa bertanya kepada saya, “mas hatta jika BEM FTIF bubar bagaimana?”, saya jawab dengan entengnya “Ya Gapapa”, mungkin beberapa teman kaget dengan reaksi saya, kami sudah capek-capek membuat, kok semudah itu dibubarkan. Alasannya adalah, kajur SI sudah ganti 😀 sehingga saya rasa tidak perlu lagi alasan “khusus” dibentuknya BEM, lah Cuma 2 jurusan :p .
Saya hampir lupa menceritakan bagaimana pembentukan BEM alias forkom ini, awalnya opini sudah ada sejak tahun 2006 akan tetapi dilihat tidak ada kebutuhan yg urgent maka mundur sampai kami memegang himpunan. Saat saya memegang, kondisinya adalah KMSI siap (baca : membutuhkan) dan pihak TC merasa memang tidak diperlukan BEM selevel fakultas. Saya rasa sah-sah saja pendapat dari teman-teman TC, lah emang 2 jurusan saja. Karena saat itu kondisinya saat itu seperti yang saya katakan tadi, maka mau tidak mau untuk menyelamatkan LKMM, kita harus membuat organisasi selevel BEM fakultas untuk mengadakan LKMM. Tidak mudah awalnya merayu teman-teman TC, tapi beruntunglah ada bhagas dimana dia bersedia menjadi ketua forkom (PresBEM FTIf) saat itu, awalnya wacananya adalah saya yang maju, tetapi sesuai pertimbangan, jika saya yang menjadi ketua maka kemungkinan besar bukan BEM FTIf akan tetapi BEM FTIf yang dipegang oleh orang SI saja dan saya tidak mau itu terjadi. Dan syukur alhamdulillah akhirnya forkom dapat didirikan.
Akan tetapi perjuangan tidak sampai disitu saja, kita harus mengadakan LKMM TM. Dan banyak masalah yang menghampiri, mulai dari “sedikit”nya yang berminat menjadi peserta dan saat itu saya sempat marah-marah ke junior saya (Sorry guys, it’s my bad). Sampai panitia yang sangat-sangat sedikit. Saya masih ingat bagaiman pagi-pagi saya dan bhagas harus mengambil makanan untuk peserta di keputih untuk dibawa ke kenjeran, sepertinya si bukan big problem, tapi masalahnya kita membawa “semua” makanan itu via sepeda motor (panitia tidak ada yang punya mobil). Sempat juga jemput pembicara di gubeng dan terminal purabaya dalam 1 waktu, kelihatannya bukan masalah, tapi masalahnya kita hanya menggunakan sepeda motor di pagi-pagi buta (salaman dulu ma Bhagas). Saat acara ini, saya benar-benar big thanks *ngusap air mata dulu* untuk Ulpe, Nunu, Fajar, Ika Us, Wildan, Nanang, Alif, Wirianto, Rizki Septiandy (btw ada nama yang belum saya sebut??) karena kenapa? Mereka semua sebenarnya tidak punya kepentingan di acara ini, akan tetapi mereka membantu dengan sangat-sangat *ga ada kata yang cocok untuk kalian, kecuali ada kata yang artinya melebihi AWESOME*

Panitia Foto-Foto Dulu

Panitia Bareng Peserta

Skandal Fuki dan Bhagas

Haemmmm

Smileeee

bem-ftif

Kejadian ke-3 adalah Gemastik, sayangnya kita tidak juara (kita hanya masuk 12 besar saja). Tapi dari event ini saya menyadari 1 hal, prestasi itu penting bung. Di kontes seperti ini akan banyak orang hebat yang akan dapat menginspirasimu.

Most “disturbing” team

Mejeng dulu

Dalam kisah ini saya mengucapkan Terima Kasih Banyak kepada :
1. Senior-senior saya (Mas Adhilaras, Mas Kiki, Mas Muha, Mas Pur, Mas Didit, Mas Angga, Mas Tanjung) yang gak bosen membimbing saya dalam dunia percodingan
2. Teman-teman anonims, I miss so bad, momen saat di pandaan
3. Bhagas Arga, Kapan jeh nge-MCD malam-malam buta (eh pagi) lagi? :p
4. Big Thanks for my Friend Husni, dia menemani saya sampai di penghunjung kuliah. Jika bisa dibilang saya dan husni seperti Yin dan Yang, husni dengan “kepatuhannya” dan saya dengan “sedikit nakal”nya. Tapi kita berdua disatukan dengan 1 misi dan visi. Saya rasa penting buat kita mempunyai “teman berjuang” dalam setiap momen. Saya masih ingat saat SMA saya mempunyai Aji, saat kuliah saya mempunyai Husni. Mereka inilah yang menguatkan langkah-langkahmu. Tidak perlu geng atau kumpulan orang keren, cukup orang yang menerima kamu dan mempunyai 1 visi dan misi

Np : next, i want to post Dipta’s Note that he wrote to me  (in FB)

Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookShare on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

3 Replies to “Cerita Tanpa Batas (BEM FTIf, Gemastik, Project, Friends and My Life – Semester 5 dan 6)”

  1. husni says:

    Yin & Yang…
    You can write your thought and feeling, but I can’t. I just read and smile 🙂
    That’s awesome, and thank you, cuz it is what makes our college life still alive until now, so the memory will stay there forever. Project 44 rock!!! 😀

    1. hattabagus says:

      You’re welcome my friend 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,699 other subscribers