Home » Journey » Bumi Manusia

img_3180
Sebuah paradoks membaca buku ini di negeri ini, anganku membawaku ke 1 abad yang lalu dimana penjajahan masih berlngsung, bangsa pribumi dianggap kaum rendah. Sungguh tidak mudah menjadi pribumi berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong ke-jawa-an menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban. 

Salam hormatku kepada pribumi yang menempuh pendidikan tinggi pada saat itu

Di perjalanan menuju groningen,

Belanda

6 Februari 2016

Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookShare on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

3 Replies to “Bumi Manusia”

  1. Cak Shon says:

    Pinjam Hat, bukunya 🙂

    1. hattabagus says:

      saya jg pinjem ini cak 😀 to insya allah di indonesia nanti beli 🙂

  2. Vivi says:

    good one!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,699 other subscribers