Home » My Thinking » Aku Harus Bagaimana

AKU HARUS BAGAIMANA by Gus Mus

Aku pergi tahlil, kau bilang itu amalan jahil
Aku baca shalawat burdah, kau bilang itu bid’ah
Lalu aku harus bagaimana…?
aku bertawasul dengan baik, kau bilang aku musrik
aku ikut majlis zikir, kau bilang aku kafir
lalu aku harus bagaimana…?
aku sholat pakai lafadz niat, kau bilang aku sesat
aku mengadakan maulid, kau bilang tak ada dalil yang valid
lalu aku harus bagaimana…?
aku gemar berziarah, kau bilang aku alap-alap berkah
aku mengadakan selametan, kau bilang aku pemuja setan
lalu aku harus bagaimana…?
aku pergi yasinan, kau bilang itu tak membawa kebaikan
aku ikuti tasawuf sufi, malah kau suruh aku menjauhi
ya sudahlah… aku ikut kalian…
kan ku pakai celana cingkrang, agar kau senang
kan kupanjangkan jenggot, agar dikira berbobot
kan ku hitamkan jidad, agar dikira ahli ijtihad
aku kan sering menghujat, biar dikira hebat
aku kan sering mencela, biar dikira mulia
ya sudahlah… aku pasrah pada Tuhan yang ku sembah…

Puisi ini membawahku ke dalam sebuah pembicaraan yang ada di milis, tentang sebuah “larangan”.

Sent: Fri Jun 08 08:04:33 2012
Subject: Lukisan dan Patung

Dalam kitab “Ensiklopedia Sahih Hadits Qudsi”, karangan Muhammad Nashiruddin Al-Albani, diuraikan (syarah) beberapa hadis yang sangat bermanfaat.

Orang yang paling berat azabnya disisi Allah pada hari kiamat kelak adalah orang yang menyerupai ciptaan Allah (HR. Ahmad, Baihaqi dan Nasa’i).

Islam mengharamkan pembuatan patung dan lukisan, yang dibuat pada kanvas, pakain , permadani, dinding, dll.

Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing, juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar (patung) (HR Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah).

Hal ini sebagai bentuk menyaingi ciptaan Allah swt sehingga Allah swt menantang manusia di akhirat  nanti untuk memberi nyawa setiap patung dan lukisannya. Jika dia tdk mampu (pasti tidak mampu) maka mereka akan dimasukkan kedalam neraka.

Semua tukang gambar/pelukis masuk neraka, diciptakan baginya dengan setiap gambar yang dilukisnya jiwa seperti gambar itu, lalu disiksa di neraka jahanam (HR Muslim).

Lukisan dan patung ini dibatasi yang menyerupai makhluk ciptaan Allah swt (manusia dan hewan), lukisan abstrak tidak termasuk yang dilarang.

Jika membuat patung dan lukisan diharamkan maka memajangnya dirumah kaum muslimin juga diharamkan. Pengecualiaan untuk mainan boneka anak wanita.

Subject: Re: Lukisan dan Patung

Assalamu’alaikum wr.wb.

Nanya dikit dung…
Kalau lukisan oedesaan, suasana sawah padi menguning, sungai mengalir…. Gimana?
Kalau dalam lukisan itu ada sosok orang tapi semua membelakangi sehingga tidak ada wajahnya gimana?
Bagaimana dengan Kaligrafi yg menyerupai orang duduk sholat?
Terus terang antara hadist yg dikutip dan penjelasannya ada yg kurang nyambung.. Kalau boleh sharing itu tafsir dari siapa?
Subject: RE: Lukisan dan Patung

Hmm.. Tuhan yang takut tersaingi oleh buah karya ciptaan-Nya. What a medieval thought it was. So… this ‘God’ person is not really God at all? J

Subject: RE: Lukisan dan Patung

Silahkan saja anda menafsirkan Tuhan versi anda, gunakanlah akal dan hawa nafsu anda untuk memahami Tuhan. Seperti dalam sebuah blog yang menyebutkan Allah Maha Lucu, saya berharap bukan anda yang melakukan perbuatan keji ini.

Bagaimana anda menanggapi ayat berikut,

Jika kamu memberikan pinjaman yang baik kepada Allah, Dia akan membayarnya kepadamu berlipat ganda dan memberikan ampunan bagimu. Dan Allah Maha pembalas jasa lagi Maha penyantun (At-Taghabun 17).

Apakah seperti orang Yahudi yang mengolok-olok masyarakat Madinah, betapa miskinnya Tuhan Muhammad sehingga harus meminjam kepada makhluk-Nya. Na’uzubillah.

Beginilah akibat akal digunakan tanpa tuntunan Wahyu.

Subject: RE: Lukisan dan Patung

Bismillahirohmanirohim,

Dengan kedangkalan ilmu saya, saya mencoba ikut nimbrung diskusi ini. Sejujurnya, saya tidak melihat “hawa nafsu” pada tulisan agiek di diskusi ini yang saya lihat adalah “pencarian” (menggunakan akal). Ada yang mengatakan semua pencarianmu ada di Al Qur’an, tetapi manusia ingin semua make sense dengan akalnya. Ada yang bilang jangan menggunakan akalmu untuk urusan agama, terus untuk apa Allah menciptakan akal jika hanya untuk kepentingan akhirat saja, saya yakin Allah berharap menggunakan akal kita semaksimal mungkin termasuk untuk melihat “benang merah” semua urusan  dunia dan akhirat. Memang tidak menutup kemungkinan pada saat “pencarian” itu kita berbuat salah, saya rasa ini lumrah (namanya juga orang mencari) dan saya yakin Allah tidak akan tinggal diam saat kita berusaha memahami-Nya. Tidak hanya bilang “yang disampaikan Al Qur’an itu seperti ini TITIK”.  Jika keadaannya seperti itu, bagaimana bisa kita menjelaskan Q.S Al Furqan:53 sebelum Jacques Cousteau menemukan dua air laut berdampingan tawar dan asin.

Untuk soal Allah Maha Lucu, saya hanya berfikir positif saja, karena kita tidak tahu niat sesungguhnya penulis blog tersebut. Saya rasa tidak perlu men-judge, cukup doakan saja, karena jika judge kita tidak seperti yang dimaksudkan si penulis maka jatuhnya adalah fitnah.

Tak henti-hentinya Engkau ombang-ambingkan diriku untuk lebih bisa memahami rahasia-Mu

Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookShare on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

19 Replies to “Aku Harus Bagaimana”

  1. Saraswati says:

    I’m a keen drawer. saya suka sekali menggambar dengan tujuan melepaskan beban pikiran. Yang saya percayai, semua hal bergantung niat.. Tidak baik kita mengatakan sesama manusia itu pendosa, karena hanya ALLAH yang berhak menghakimi.. But then again, Wallahualam..

    Aku harus bagaimana? 🙂

    1. hattabagus says:

      Iya, ras… banyak yg suka men-judge. jadi inget cerita amin rais, beliau ditanyain hanum, bacaan qunut apakah dosa ketika dibaca saat subuh, beliau menjawab yang dosa itu bangun kesiangan dan gak sholat

  2. Gyl says:

    Puisi yang menurutku ada unsur misleading. Bisa bikin stereotipe untuk judge juga. Gak semua orang celana cingkrang, jenggotan, atau jidat hitam senang mengkritik orang.

    Terus hubungannya puisi sama diskusi itu apa ya hat ? gak paham aku bacanya.

    1. hattabagus says:

      Tidak perlu men-judge “orang itu berdosa” 🙂
      Gak semua orang celana cingkrang, jenggotan, atau jidat hitam senang mengkritik orang. <— saya setuju.
      Saya merasakan gus mus ("dan juga tidak jarang saya rasakan") rasa frustasi, ribet banget ya untuk menjadi islam yang "tidak berdosa"

  3. SANTUN says:

    (BALASAN SANTUN TERHADAP PIUSI GUSMUS DIATAS) 🙂
    KAMU INI BAGAIMANA ? LALU MAUMU INI APA ?

    – Nabimu telah bersabda bahwa semua bid’ah (dalam agama) adalah sesat
    tapi kamu malah bilang tidak semua bid’ah sesat.

    – Nabimu tidak pernah buat acara tahlilan
    tapi kamu malah buat acara tersebut.

    – Nabimu tidak pernah rayakan hari lahirnya dengan acara maulidan
    tapi kamu malah rayakan dengannya.

    – Nabimu memelihara janggutnya
    tapi kamu malah berolok-olok dengannya.

    – Nabimu mengenakan celana diatas mata kaki
    tapi kamu malah bersendagurau dengannya.

    – Nabimu telah mengajarkan cara bershalawat
    tapi kamu malah mengambil dari selainnya.

    KAMU INI BAGAIMANA ? LALU MAUMU INI APA ?

    – Kami coba menasehati dirimu
    tapi kamu malah anggap bahwa kami menghardikmu.

    – kami coba jelaskan kepadamu suatu hukum
    tapi kamu malah tuduh bahwa kami telah membid’ahkan dan mengkafirkanmu.

    – kami coba ajak kamu ke persatuan kepada Al Quran dan As Sunnah
    tapi kamu malah vonis kami sebagai da’i pemecah belah.

    – kami coba ajak kamu untuk jauhi syirik dan bid’ah
    tapi kamu malah juluki kami wahhabi.

    YA SUDAHLAH….JIKA KAMU ANGGAP ORANG YANG MENGAJAK UNTUK JAUHI SYIRIK DAN BID’AH ADALAH SEBAGAI WAHHABI MAKA SILAHKAN JULUKI KAMI SEMAUMU…!!!

    AKU PASRAHKAN KEPADA YANG MAHA MENGETAHUI…

    1. al-faqir says:

      Mengenai hadist yang mengatakan bahwa “kullu bid’atin dholalah”, kata kullu sendiri ada yang memaknai bukan semua, tapi sebagian. Sehingga pada redaksi yang sama pemaknaannya ada yang berarti “sebagian bid’ah itu sesat”. Sehingga dari pemahaman yang kedua, muncullah ada yang namanya bid’ah yang baik (hasanah) ada bid’ah yang sesat.

      Adanya komputer, adanya internet, inikan semua bid’ah (hal yang baru), apa ini semua kamu langsung judge juga sebagai sesat?? baju, sandal, sepatu, motor, mobil?? apa semua juga sesat?

      1. hattabagus says:

        AKU PASRAHKAN KEPADA YANG MAHA MENGETAHUI… 🙂

      2. bedakan urusan ibadah dg duniawi, yg dimaksud dg semua bidah sesat adalah dlm urusan ibadah dimana dia meyakini bisa mndekatkan diri kpd Allah, dg amalan2 yang tidak pernh di ajarkan dan dicontohkan rasulullah dan sahabatnya dan ketiga generasi awal yg terbaik, untuk urusan duniawi memang itulah terbgi dlm 2 kategori bisa berdampak baik dan berdampak buruk,, wallahua’lam tidak bermaksud menggurui Allah yg maha mengetahui,

    2. dedy says:

      untuk mas santun….. kalau bodoh jangan di pelihara,,,,,,,, bangsa indonesia tidak bisa menerima cara pengajaran agama yang seperti pengajaran yang diberikan di bangsa arab….. saya mempunyai suatu pengandaian jika saja beberapa abad yang lalu walisongo tidak menyebarkan ajaran islam di bangsa ini,,,, q yakin tak ada umat islam di negeri ini….

      1. Pecinta nabi says:

        Setuju untuk mas Dedy..
        untuk mas Santun. kalau penyebaran islam di Indonesia tidak mengakulturasi budaya setempat niscaya nihil. jangan menyamakan seperti di zaman nabi yang tidak ada “Celana” yang ada adalah jubah.
        – Masjid nabi tidak di bangun pada Zamannya, sekarang masjid bangunan permanen
        – nabi juga pernah ziarah ke makam Ibundanya, nabi saja ziarah masak kita tidak ! ( dulu nabi pernah melarang karena waktu itu umatnya dipandang masih belum boleh, setelah itu diperbolehkan)
        – Allah dan malaikat bersholawat kepada nabi Muhammad kok kenapa kita TIDAK ??? ( lihat (QS. Al Ahzab : 56)), apa kita tidak malu kepada beliau yang telah menjadikan kita umatnya.
        – Kita juga berpegang kepada ALQURAN dan HADITS tapi juga tidak melupakan IJMA dan QIYAS, karena kalau kita benar2 menjadi orang yang suci ( berpegang Hanya kepada ALQURAN dan HADITS ) maka untuk makanpun kita tidak akan pernah sempat.
        – Tahlil itu berdzikir, malah lengkap ada bacaan Alquran, tahmid, tasbih, takbir sampe istighfar dan muhassabah ingat mati. itu ada jika itu di anggap sesat terus berdzikir yang tidak sesat itu kayak gimana ??? apa berdzikirnya harus dengan kedok outbound, yang katanya sharing2 ilmiyah makna dzikirnya itu mana ?????>
        – masih banyak lagi
        – membukukan Alquranpun pada zaman nabi tidak ada, terus itu apa tidak bidah kalau mengartikan bidah cuma secara bahasa tanpa penafsiran dan telaah study lebih lanjut???? ( di kami itu namanya Bidah Khasanah ).

        ++ kami sarankan Cobalah 1 kali saja seumur hidup (( kalo takut berdosa, terus istighfar :p )) baca sholawat kepada nabi dengan perenungan di dalam hati, niscaya akan kamu temukan sebuah kenikmatan serasa ada beliau Nabi Muhammad di samping kita.

        ++ Hidup akan Hampa dan Susah bila dalam Seumur Hidup tidak pernah bersholawat kepada nabi meski barang sekali !!!!!

      2. hattabagus says:

        Kalimat awal anda sangat rentan diadu domba

  4. mendolgosong says:

    gan izin reblog atau copas!

    1. hattabagus says:

      My pleasure 🙂

  5. Ane agak tersinggung soal pelukis yg masuk neraka jahanam? ente udah mahamin udah bener pa belum min?

    1. hattabagus says:

      Soal peluksi Itu tulisan di milis, bukan tulisan saya. btw tersinggung itu pilihan 🙂

  6. gusjan says:

    Nabi memiliki beberapa anak, yang anak laki2 semua meninggal sewaktu masih kecil. Anak-anak perempuan beliau ada 4 termasuk Fatimah, hidup sampai dewasa.
    Ketika Nabi masih hidup, putra-putri beliau yg meninggal tidak satupun di TAHLIL i, kl di do’akan sudah pasti, karena mendo’akan orang tua, mendo’akan anak, mendo’akan sesama muslim amalan yg sangat mulia.

    Ketika NABI wafat, tdk satu sahabatpun yg TAHLILAN untuk NABI,
    Fatimah tdk mengadakan TAHLIL an, padahal Fatimah putrinya yg paling dicintai Nabi..
    Apakah Fatimah durhaka..???
    Apakah Nabi dianggap HEWAN..???? (kata sdr sebelah)

    Para sahabat Utama masih lengkap.., masih hidup..
    ABU BAKAR adalah mertua NABI,
    UMAR bin KHOTOB mertua NABI,
    UTSMAN bin AFFAN menantu NABI 2 kali malahan,
    ALI bin ABI THOLIB menantu NABI.
    Apakah para sahabat BODOH….,
    Apakah para sahabat menganggap NABI hewan…. (menurut kalimat sdr sebelah)
    Apakah Utsman menantu yg durhaka.., mertua meninggal gk di TAHLIL kan…
    Apakah Ali bin Abi Tholib durhaka.., mertua meninggal gk di TAHLIL kan….
    Apakah mereka LUPA ada amalan yg sangat baik, yaitu TAHLIL an koq NABI wafat tdk di TAHLIL i..

    Saudaraku semua…, sesama MUSLIM…
    saya dulu suka TAHLIL an, tetapi sekarang tdk pernah sy lakukan. Tetapi sy tdk pernah mengatakan mereka yg tahlilan berati begini.. begitu dll. Para tetangga awalnya kaget, beberapa dr mereka berkata:” sak niki koq mboten nate ngrawuhi TAHLILAN Gus..”
    sy jawab dengan baik:”Kanjeng Nabi soho putro putrinipun sedo nggih mboten di TAHLILI, tapi di dongak ne, pas bar sholat, pas nganggur leyeh2, lan sakben wedal sak saget e…? Jenengan Tahlilan monggo…, sing penting ikhlas.., pun ngarep2 daharan e…”
    mereka menjawab: “nggih Gus…”.

    sy pernah bincang-bincang dg kyai di kampung saya, sy tanya, apa sebenarnya hukum TAHLIL an..?
    Dia jawab Sunnah.., tdk wajib.
    sy tanya lagi, apakah sdh pernah disampaikan kepada msyarakat, bahwa TAHLILAN sunnah, tdk wajib…??
    dia jawab gk berani menyampaikan…, takut timbul masalah…
    setelah bincang2 lama, sy katakan.., Jenengan tetap TAHLIl an silahkan, tp cobak saja disampaikan hukum asli TAHLIL an…, sehingga nanti kita di akhirat tdk dianggap menyembunyikan ILMU, karena takut kehilangan anggota.., wibawa dll.

    Untuk para Kyai…, sy yg miskin ilmu ini, berharap besar pada Jenengan semua…., TAHLIL an silahkan kl menurut Jenengan itu baik, tp sholat santri harus dinomor satukan..
    sy sering kunjung2 ke MASJID yg ada pondoknya. tentu sebagai musafir saja, rata2 sholat jama’ah nya menyedihkan.
    shaf nya gk rapat, antar jama’ah berjauhan, dan Imam rata2 gk peduli.
    selama sy kunjung2 ke Masjid2 yg ada pondoknya, Imam datang langsung Takbir, gk peduli tentang shaf…

    Untuk saudara2 salafi…, jangan terlalu keras dalam berpendapat…
    dari kenyataan yg sy liat, saudara2 salfi memang lebih konsisten.., terutama dalam sholat.., wabil khusus sholat jama’ah…
    tapi bukan berati kita meremehkan yg lain.., kita do’akan saja yg baik…
    siapa tau Alloh SWT memahamkan sudara2 kita kepada sunnah shahihah dengan lantaran Do’a kita….

    demikian uneg2 saya, mohon maaf kl ada yg tdk berkenan…
    semoga Alloh membawa Ummat Islam ini kembali ke jaman kejayaan Islam di jaman Nabi…, jaman Sahabat.., Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in
    Amin ya Robbal Alamin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,699 other subscribers