Auschwitz concentration camp menjadi saksi bisu betapa kejamnya hitler dan pasukannya menyiksa para tawanan-nya. Saya tidak bisa membayangkan dan kegilaan yang terjadi di camp tersebut. Mereka tidak hanya dibunuh, tetapi juga disiksa secara tidak manusiawi meskipun saya sendiri tidak dapat mengkesampingkan jumlah korban yang mencapai 1 juta lebih. Tetapi penyiksaan menyisahkan kengerian tersendiri. Bagaimana mereka dibunuh dengan cara diberi gas beracun, digantung hingga dibiarkan mati kelaparan dalam ruang sempit atau ditengah terik matahari dan tidak jarang disuhu minus saat musim dingin. 
Ditambah lagi kondisi camp yang sangat memprihatinkan dimana utk camp anak-anak sendiri harus di isi hingga 12 anak dalam 1 kasur, toilet tanpa privasi hingga terbatasnya air bersih

1 kasur ini berisikan 12 anak tiap sekatnya
Rel pemberhentian terakhir kereta, dimana jika tahanan dibawah kesini dipastikan akan mati
Gerbong ini bisa berisikan 50 orang lebih
kiri dan kanan jalan dialiri listrik
Disinilah mereka digantung, dan dijadikan peringatan untuk tahanan lainnya
Beberapa foto korban
“Toilet bersama” untuk para tawanan
Orang yahudi berkumpul dan memanjatkan doa

Saya sangat memahami, mengapa banyak orang yahudi merasakan kengeriaan yang tak tertahankan saat berkunjung kesana, bisa dipastikan orang tua ataupun kakek buyut mereka pasti tidak luput dari kekejaman hitler dan pasukan ss nya. Mereka berdoa di beberapa sudut lokasi tersebut, dan saya memahami itu.
Mungkin ada 1 hal yang harus mereka harus tau dan ingat, saat ini mereka diberi kesempatan untuk mengenang kekelaman masa lalu mereka di tempat tersebut dikarenakan saat ini merekalah pemegang dunia. Tetapi dunia selalu berputar, yang menang dan yang kalah selalu dipergilirkan, tidak menutup kemungkinan di masa depan monumen serupa akan hadir di tanah yang mereka klaim sekarang.

Secara pribadi saya menunggu hal itu dan semoga saya menjadi saksi hidup didirikanya monumen saudara-saudara dari palestina