Home » Innovation Management » 5 Tahap Penting dalam Melakukan Inovasi

Berbicara mengenai inovasi suatu produk, kita akan langsung berfikir mengenai Apple families, Android, Youtube ataupun produk lain. Bahkan saat ini, telah banyak kita temui StartUp yang dimana tentunya ingin membuat suatu produk baru yang sukses di pasaran. Tidak hanya untuk StartUp, perusahaan yang sudah mature  pun diwajibkan untuk melakukan inovasi baik di sisi service maupun produk nya agar tidak kalah dengan kompetitor lain, sebagai contoh Pizza Hut, dimana perusahaan ini terus menerus melakukan inovasi. Hal ini cukup beralasan karena Pizza Hut tidak ingin memberikan kesempatan bagi kompetitor untuk memberikan harga yang lebih murah (dengan produk yang sama) atau menyediakan produk yang diinginkan konsumen (dan Pizza Hut tidak memiliki produk tersebut)

A successfull new product does more good for a firm than anything else that can happen

Jadi intinya, membuat produk baru bagi sebuah perusahaan adalah keniscayaan, karena keinginan konsumen bisa berubah kapan saja dengan influence berbagai faktor. Berbagai penelitian juga mengemukakan bahwa perusahaan yang berhasil dan survive adalah perusahaan yang memiliki komitmen dalam mengembangkan produk baru, bahkan di kondisi bisnis yang jelek

Globalization and New Product Development

Dewasa ini, mengembangkan suatu produk baru bukanlah hal yang mudah, terdapat tantangan tersendiri. Untuk perusahaan StartUp memang relatif lebih mudah tetapi untuk perusahaan besar terdapat kompleksitas tersendiri karena perusahaan tersebut harus menggabungkan (memfasilitasi) kepentingan dari berbagai departemen seperti marketing, sales, engineering, dan departemen lainnya. Mustahil rasanya juga jika perusahaan besar hanya mengandalkan 1 research development . Perusahaan P&G memiliki 22 research center di 13 negara, Apple bekerjasama dengan 10 perusahaan yang berbeda dan merupakan independent contractors. 

Type of New Product

Di dalam melakukan inovasi, perusahaan harus memahami terlebih dahulu positioning dari produk tersebut, sehingga perusahaan dapat mengidentifikasi cost, launch strategy, ataupun strategi dalam mengembangkan produk tersebut

  1. New-to-the-world products,
  2. New-to-the-firm products
  3. Additions to existing product lines : hanya menambahkan line up dari produk yang sudah ada, misal Rinso membuat deterjen khusus untuk kain berwarna atau kain putih
  4. Improvements and revisions to existing products
  5. Repositionings : Menambahkan target konsumen, misalnya Marlboro sebelumnya memiliki target pasar pria, kemudian membuat produk yang memiliki target pasar wanita
  6. Cost reductions

Strategi dalam melakukan Inovasi

Pada umumnya, dalam menentukan suatu produk baru, perusahaan melakukan step-step yang sudah didefinisikan terlebih dahulu. Akan tetapi jarang sekali dari mereka yang tidak mengikuti (menjadikan acuan) Basic New Products Process. Berikut tahapan tersebut :

  1. Mengidentifikasi dan memilih masalah utama
  2. Generate konsep
  3. Evaluasi konsep / project
  4. Development
  5. Launch

5 hal tersebut adalah konsep dasar dalam melakukan inovasi, selain itu dapat mengurangi resiko kegagalan suatu produk baru.

Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookShare on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,693 other subscribers